Rabu, 24 Februari 2010

WORKSHOP ISMC 7 (DATAMINE : JORC CODE, estimasi dan laporan)


(Kamis, 11 Februari 2010) JORC Code bukanlah hal baru di dunia pertambangan. Standar internasional dalam pelaporan dan estimasi suatu ekplorasi dalam kegiatan pertambangan ini telah dirilis sejak 1989, dengan edisi terbarunya tahun 2004. Oleh karena itu, diadakan kegiatan workshop untuk memberikan pengenalan secara luas tentang JORC Code. Workshop “JORC Code on Reserve and Resource Estimation” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ISMC 7 (The 7th Indonesian Students Mining Competition). Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Februari 2010 dengan menggunakan ruang presentasi Comlabs ITB. Rangkaian workshop sendiri diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari berbagai universitas peserta ISMC 7 dan umum.

Dengan mengutip pada JORC Code yang ada, workshop ini dipresentasikan oleh Ir. Ronald Sibarani, M. Min, MAusIMM, pemilik konsultan PT Stania Bara Consulting. Beliau juga merupakan salah satu competent person yang dimiliki dunia pertambangan di Indonesia. Di Indonesia, hanya terdapat 6 orang competent person untuk JORC Code. Kegiatan workshop dibagi menjadi dua sesi. Dengan durasi hampir 3 jam pada sesi pertama, Bapak Ronald Sibarani mengarahkan secara teori tentang JORC Code dan competent person. Pada bagian ini, presentator mengarahkan dengan informatif pengenalan competent person secara umum. Pengenalan teori cukup menarik perhatian peserta workshop. Antusias peserta terlihat dalam komunikasi dengan presentator melalui pertanyaan seputar topik yang diberikan.
Setelah dilakukan istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua. Pada sesi kedua, peserta diarahkan pada pengenalan penggunaan software datamine. Dengan computer masing-masing, peserta diajarkan gambaran umum datamine melalui studi kasus. Pengarahan diberikan oleh para trainer PT Stania Bara Consulting. Selama hampir 4 jam, para trainer menjelaskan dengan cepat tiap tahap yang digunakan untuk memecahkan studi kasus yang diberikan. Bapak Ronald mengakui bahwa pelatihan yang diberikan sebatas pengenalan dan tidak mendalam. “Pelatihan yang diberikan memang sebatas pengenalan dan cepat dalam penyampaian. Ini karena materi yang biasa diberikan untuk 5 hari pelatihan, hanya dijelaskan pada pertemuan 4 jam.”ujarnya.
Di sesi 2, alur pelatihan mulai terasa membuat peserta lelah mengejar materi. Akan tetapi, hampir seluruh peserta tetap mengarahkan perhatian kepada penjelasan Bapak Volta Okta yang memaparkan materi praktik.
Diakhiri dengan langkah pembuatan pit tambang sebagai jawaban studi kasus yang diberikan, pelatihan dinyatakan selesai. Keseluruhan rangkaian acara workshop yang lancar ini ditutup dengan sesuatu yang baru bagi sebagian besar peserta. Dengan demikian, satu lagi rangkaian ISMC 7 selesai.


3 komentar:

  1. 6 orang competent person untuk JORC Code. Siapakah saja itu

    BalasHapus
  2. sumbernya dari mana ada 6 orang competent person di indonesia?? tolong buat redaksi yang kuat dari sumbernya mas..

    BalasHapus
  3. masih aktif ga nih adminnya?

    BalasHapus