Rabu, 04 November 2009

WISUDA HMT ITB OKTOBER 2009


Jumat, 24 oktober 2009, akhirnya HMT kembali mengadakan acara syukuran wisuda yang merupakan acara wisudaan terakhir di tahun 2009 ini. Jumlah wisudawan kali ini adalah 32 orang yang didominasi oleh angkatan 2005. Sama seperti acara syukuran wisuda sebelumnya , acara wisnite berlangsung di teman parkir belakang ITB. Tema acara yang dibawa kali ini adalah ‘santai di pantai’ dengan konsep barbeque-an. Acara wisnite di mulai pada pukul 17.00 WIB dan diisi oleh para dosen dan orang tua. Ada sambutan Ketua Prodi, perkenalan dosen ke orang tua, dan foto-foto orang tua, dosen, dan wisudawan di depan baliho HMT. Menjelang acara HMT dimulai pukul 19.00, acara diisi dengan makan-makan. Tak lupa pula panitia menyuguhkan hidangan nasi kotak, sosis bakar, pisang bakar, teh dan nutrisari .
Pada pukul 19.00 barulah acara HMT nya di mulai. Tidak ada penundaan waktu, acara langsung dapat dimulai dan diisi pertama oleh 2 orang MC cewek kemudian sambutan dari Ketua Himpunan dan Ketua Wisuda serta pembacaan doa. Selanjutnya ada penampilan band Lafrosia (band cewek) yang membuat semua laki-laki berdiri danmemajukan kursinya ke depan panggung bahkan ada yang ikut berjoged sehingga acara berlangsung meriah. Kemudian ada pembagian plakat, foto-foto wisudawan, pemberian selamat dari anggota HMT pada wisudawan, penampilan band dari wisudawan dan penampilan band lasalifu. Tiap jeda acara diisi dengan pemutaran slide foto wisudawan dan video berisi pesan dan kesan dari anggota HMT. Terakhir ada penampilan OSD yang kocak dan unik sehingga semua orang ikut berdendang bersama mereka.
Besoknya, Sabtu, 25 oktober 2009, berlangsunglah acara arak-arakan, meskipun ada larangan dari rektorat, apalagi pelarangan tersebut diikuti dengan ancaman sanksi skor satu semester bagi Ketua Himpunan yang tetap melakukan arak-arakan. Arak-arakan dimulai sekitar pukul 14.00 dari sabuga setelah sebelumnya daerah ITB diguyur hujan yang sangat deras disertai angin kencang. Transportasi wisudawan menggunakan motor sedangkan wisudawati menggunakan delman. Pada arak-arakan kali ini panitia mempersiapkan karangan bunga sebagai tanda ikut berduka cita atas bencana gempa di Indonesia serta sebagai bentuk kepedulian HMT terhadap masyarakat. Walaupun begitu acara tetap berlangsung dengan sukacita.
Rute masuk kampus dari sabuga ke jalan Taman sari. Acara diisi dengan mars HMT dan lagu-lagu HMT lainnya. Semuanya ikut bernyanyi walaupun hujan dan membuat jalan macet. Saat tiba di jalan Tamansari semua wisudawan dan wisudawati turun dari kendaraan dan berjalan menuju gerbang depan kampus. Namun yang unik dari arak-arakan kali ini adalah dengan adanya Gerobak cinta OSD yang telah menunggu untuk memeriahkan suasana. Saat tiba di gerbang depan ada semburan api dan push-up HMT. Walaupun hujan, antusias anggota HMT untuk memeriahkan arak-arakan tidak surut. Semuanya senang dan gembira. Selanjutnya dari gerbang depan menuju prodi belok kanan melewati TL dan GKU timur. Dengan hujan yang sudah mulai sedikit mereda arak-arakan berlanjut hingga tibalah di Prodi. Acara penonhiman wisudawan pun di mulai. Semua wisudawan disuruh push up berantai dengan mata ditutupi bandana HMT. Sedangkan anggota HMT yang lain sibuk memarahi dan memukuli dari belakang. Setelah penonhiman selesai ada pemotongan pita dan pemotongan tumpeng sebagai wujud selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Dengan demikian berakhirlah acara wisudaan oktober ini.

HMT..HMT..HMT !!!!w

foto-foto lainnya bisa dilihat disini

Minggu, 26 Juli 2009

MALAM WISUDAAN & ARAK-ARAKAN HMT Juli 2009


     Wisudaan HMT ITB kali ini diikuti oleh 18 orang wisudawan dan wisudawati. Seperti wisudaan sebelumnya, acara kali ini dilaksanakan dalam 2 hari yaitu acara malam (wis-nite) pada tanggal 17 juli 2009 dan acara siang (arak-arakan) 18 juli 2009. Untuk acara malam diadakan dengan tema “classic mining” dimana dekorasi menyerupai area pertambangan rakyat dan acara diisi dengan lagu-lagu classic tapi tetap semangat. Sebelum acara malam HMT, ada acara prodi yang juga berlangsung di parkiran belakang ITB pada pukul 17.00 WIB. Acara diisi oleh para dosen dan orang tua wisudawan/wati dengan sambutan dari kepala prodi, orang tua, dan wisudawan/wati serta ucapan selamat dari para dosen dan ada juga foto bareng di baliho.
     Memasuki acara HMT pada pukul 19.00 WIB dimulai dengan pembukaan oleh MC dan sambutan dari Kahim dan Ketua Wisuda. Selanjutnya ada penampilan sulap yang cukup memukau penonton dan membuat penonton penasaran dengan segala macam triknya. Aksi pesulap juga melibatkan para wisudawan/wati sehingga tidak menoton. Setelah selesai sulap dilanjutkan dengan pembagian plakat. Namun, jumlah wisudawan/wati yang belum lengkap membuat acara jadi kosong sementara tapi segera dapat ditanggulangi dengan menampilkan band Quickie Express yang mana personilnya anggota HMT juga. Lagu-lagu yang dimainkan membuat penonton ikut benyanyi bersama mereka. Setelah itu ada pembagian plakat oleh kahim kepada para wisudawan/wati yang di selingi dengan foto-foto dan dilanjutkan penampilan band lasalifu dan terakhir ada penampilan yang paling di tunggu-tunggu yaitu OSD. Lagu dan musik yang khas serta personil yang kocak telah menyihir bos dangdut untuk ikut berdendang dan berjoget bersama mereka. Seiring waktu yang terus berjalan, akhirnya penampilan OSD pun berakhir dan berakhir pula lah acara malam wisudaan HMT.
      Keesokan harinya pada hari Sabtu , Acara wisudaan dilanjutkan dengan arak-arakan dari sabuga menuju himpunan. Namun, kali ini dengan rute yang berbeda dari sebelumnya, yaitu melewati gerbang belakang. Dari pagi semua keperluan untuk arak-arakan telah dipersiapkan oleh panitia serta rencana rute dan performance saat sampai di kampus telah disusun sebaik mungkin namun terjadi perubahan rute sehingga acara arak-arakan sedikit terganggu. Namun, arak-arakan kali ini dapat berjalan dengan aman dan damai dan semua wisudawan/wati di arak oleh HMT dan dipimpin oleh danlap Omri menuju depan prodi untuk acara penonhiman wisudawan/wati. Dengan demikian berakhirlah rangkaian acara wisudaan pada hari itu.


Kamis, 04 Juni 2009

BULETIN YUDHA BUMI EDISI JUNI 2009

Akhirnya, buletin perdana Yudha Bumi 09/10 terbit juga. Yihaaaaa.... :D
Meski sederhana, semoga buletin yang kami buat ini dapat bermanfaat buat semuanya. Saran dan masukannya kami tunggu lho :)

Inside:
- Wisudaan HMT-ITB April 2009
- Siapakah Ketua ISMC VII kita?
- Dies Natalies ke-54 HMT-ITB
- Wawancara dengan KAHIM baru HMT-ITB 09/10
- Jokes
- Gallery
- Dll

Silahkan diunduh DISINI

Kamis, 28 Mei 2009

Nonton Bareng Final Liga Champion 2009


(Kamis, 28 Mei 2009) Final Liga Champion 2009 impian antara M.U. dan Barcelona yang dianggap bakal berjalan seru telah 'memancing' divisi BRT HMT untuk mengadakan acara nonton bareng final tersebut di himpunan. Acara nonton bareng yang diharapkan akan dihadiri oleh seratusan anggota ternyata hanya dihadiri oleh 13 anggota saja ditambah kang Ded. Padahal Divisi BRT telah menyiapkan proyektor dan layar besar agar suasana benar-benar meriah dan wah seperti di luar Stadion Olympico Roma. Tidak lupa juga snack berwarna-warni yang rasanya tidak bisa tergantikan sampai kapan pun. Mungkin banyaknya anggota yang tidak hadir ini dikarenakan acara nonton bareng ini diadakan pada minggu-minggu UAS, bahkan sebagian besar anggota ada yang akan melaksanakan ujian di jam 7 pagi harinya.
Dari 13 anggota yang hadir, sebagian besar adalah pendukung tim Barcelona dan sebagian yang lain adalah pendukung tim M.U. Namun diketahui ada satu orang anggota yang ternyata adalah pendukung fanatik Panathinaikos (sebut saja namanya Bunga). Acara nonton bareng yang hanya dihadiri oleh sebagian kecil anggota ini ternyata menghadirkan suasana yang tidak kalah ramai dengan suasana di cafe-cafe. Sorakan riuh mulai menggema di himpunan sejak jam satu malam sebelum kickoff dimulai. Tapi ini bukan sorakan untuk mendukung timnya masing-masing melainkan sorakan untuk menghujat gambar yang tidak mau muncul di layar. Untung saja dengan sedikit do'a dan usaha, gambar itu pun akhirnya muncul meski kotor karena pengaruh kualitas antena yang dipakai.
Sebelum kickoff dimulai, terdapat acara hiburan dari bang Iwan dan Maros yaitu penampilan wayang tangan di layar proyektor yang membawa cerita tentang kehidupan burung dan ular serta anjing dan kelinci. Tidak penting memang. Tapi ya sudahlah.
Secara keseluruhan acara nonton bareng ini cukup meriah. Hujatan antara masing-masing pendukung tim terus terlempar selama pertandingan berlangsung. Pendukung Barcelona menghujat pendukung M.U., dan sebaliknya pendukung M.U. menghujat pendukung Panathinaikos. Sementara itu kang Ded hanya bisa terdiam sedih tidak bisa tidur karena riuhnya suasana himpunan dini hari tadi.
Pertandingan Final Liga Champion 2009 ini benar-benar final impian. Permainan cantik dari kedua tim benar-benar menghipnotis para anggota yang terus menerus berdecak kagum sepanjang pertandingan. Ini menjadi hiburan yang sangat berarti bagi sebagian anggota yang awalnya stress akibat hanya bisa menjawab satu dari dua pertanyaan UAS di sore harinya.
Akhir kata, selamat buat para pendukung Barcelona yang telah meraih gelar ketiganya musim ini. Buat para pendukung M.U., jangan bersedih. Anda bisa meluapkan kesedihan anda di pertandingan melawan PSSI nanti.


NB: Tim Yudha Bumi memohon maaf karena tidak ada dokumentasi pada acara ini dikarenakan fotografer kami ketiduran. Terima kasih.

Rabu, 20 Mei 2009

DIES NATALIES -54 HMT ITB


(15 Mei 2009) HMT-ITB merayakan hari ulang tahunnya yang ke-54. Dalam perayaan dies natalies HMT-ITB kali ini terdapat beberapa perbedaan konsep acara dari acara tahun lalu. Pada dies natalis kali ini, tidak ada acara lari keliling kampus dikarenakan tidak ada persetujuan dari fakultas untuk melakukannya. Ini merupakan buntut dari beberapa masalah yang sedang dihadapi HMT akhir-akhir ini. Acara lari keliling kampus tersebut kemudian diganti dengan acara silaturahmi dan pemberian bingkisan kecil berupa jam dinding ke seluruh himpunan jurusan di ITB dan pembagian note ke massa kampus. Kegiatan ini dilakukan hingga pukul 18.20 WIB ditutup dengan kumandang Mars HMT di tengah-tengah kampus.

Selain itu acara utama yang awalnya direncanakan untuk diadakan di Kantin Tambang, dibatalkan dan dipindahkan ke Ruang Seminar Besar prodi. Acara yang seharusnya dimulai pukul 19.00 WIB tersebut terpaksa diundur 15 menit karena menunggu anggota yang lain hadir. Acara dies natalis ini kemudian dibuka dengan jumlah anggota yang hadir berjumlah 80 orang dan dihadiri oleh alumni-alumni HMT sebagai tamu. Alumni-alumni yang hadir tersebut antara lain Pak Faisal Firdaus (mantan Kahim HMT ’89), Pak Eko Utomo, Pak Tubagus Nugraha, Pak Widi dan Pak Ahmad Junaeni.

Acara kemudian dimulai dengan kata sambutan dari Fajar Gilang Pratama (TA 07) selaku ketua panitia Dies Natalies HMT kali ini, Andy Yahya selaku Ketua HMT 09/10, Pak Ridho selaku ketua prodi Teknik Pertambangan dan Pak Sudarto selaku Dekan fakultas. Setelah kata sambutan selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng oleh Andy Yahya sebagai tanda bahwa acara dies natalies resmi dibuka.

Sebelum masuk ke acara utama yaitu forum diskusi bersama alumni, acara dilanjutkan dengan acara makan-makan. Disini panitia menyediakan bakso dan puding coklat sebagai hidangan untuk anggota, sementara nasi tumpeng disediakan untuk para ‘orang tua’ HMT.
Kurangnya koordinasi panitia dan anggota pada acara makan-makan ini membuat acara forum diskusi bersama alumni terpaksa terlambat sekitar 40 menit-an. Ini terjadi karena masih banyak anggota yang belum mendapat ‘jatah’ bakso dimana untuk mendapatkannya saja harus ikut terlebih dulu dalam antrian satu baris yang lama. Bahkan hingga acara forum alumni dibuka pada pukul 20.30 WIB, masih ada beberapa anggota yang masih berdiri dalam antrian. Setelah terlambat sekitar 40 menit, MC acara akhirnya membuka acara forum alumni pada pukul 20.30 WIB dengan pemutaran video perjalanan kehidupan HMT dari tahun ke tahun dan video ucapan selamat ulang tahun kepada HMT dari himpunan-himpunan lain se-ITB. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari 3 orang alumni HMT, yaitu Pak Faisal Firdaus, Pak Eko Utomo dan Pak Tubagus Nugraha.

Pak Faisal Firdaus dalam presentasinya menggambarkan seberapa besar pentingnya sebuah kemampuan non-teknis (softskill) sebagai pelengkap dari kemampuan teknis pada saat kerja nanti. Selain itu juga beliau menunjukkan beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh lulusan Teknik Pertambangan saat bekerja di industri pertambangan. Di akhir presentasi, Pak Faisal Firdaus memberi saran kepada anggota untuk terus aktif berorganisasi sebagai cara untuk terus meningkatkan softskill. Selain itu, beliau juga berpesan kepada anggota untuk terus berupaya melakukan perbaikan untuk pengembangan organisasi yang dinamis dengan berani mengilangkan kegiatan-kegiatan yang minim manfaat walaupun itu sudah menjadi tradisi.

Presentasi kemudian dilanjutkan oleh Pak Eko Utomo yang mengambil judul “Being an outstanding professional”. Dalam presentasi ini beliau menjelaskan bahwa dari sebuah sistem yang bagus, yang memiliki budget besar dan infrastruktur yang banyak, tetap saja itu tidak berguna jika tidak memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas. Beliau berpesan agar kita harus memiliki visi yang jelas dalam kehidupan. Dengan visi kita dapat dengan mudah meraih kesuksesan.

Presentasi yang terakhir dibawa oleh Pak Tubagus Nugraha yang membawakan presentasi dari sudut pandang pemerintah. Pada presentasi ini beliau menjelaskan bahwa pemerintah khususnya Dinas Pertambangan sedang kekurangan sumberdaya dari lulusan teknik pertambangan. Hal ini menurut beliau mengkhawatirkan karena Dinas Pertambangan justru dipegang oleh orang-orang yang tidak berkompeten didalamnya. “Meskipun gaji PNS kecil, kita harus ingat untuk terus berkontribusi lebih untuk negara”, ujarnya.

Setelah ketiga alumni, memberikan presentasi-nya, MC kemudian meminta salah satu anggota yaitu Betara (TA 07) untuk menjadi moderator dan membuka sesi tanya jawab sekaligus diskusi. Karena terbatasnya waktu, kali ini moderator hanya membuka kesempatan untuk 3 penanya saja. Dari diskusi ini banyak pertanyaan-pertanyaan bagus yang dilontarkan kepada para alumni dan membuka diskusi yang menarik antara anggota dan alumni. Meskipun acara forum alumni masih dirasa kurang lama, banyak nilai yang didapatkan oleh anggota. Acara Forum alumni ini kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada seluruh alumni yang telah hadir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman juara-juara Home Tournament yang telah dilaksanakan semenjak satu bulan sebelumnya. Bagi para pemenang diberi hadiah berupa medali dan bingkisan berupa snack. Kemudian pada pukul 11.30 acara dies natalies HMT-ITB ke-54 resmi ditutup dengan penampilan dari Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD HMT-ITB) yang membawa 4 lagu andalannya yaitu Berjumpa Lagi,Jadi Direktur, Darah Biru dan Erika.

Meskipun acara Dies Natalis ke-54 ini diadakan dengan sederhana, banyak nilai bagus yang bisa kita dapatkan dari para alumni kita. Semangat kita dalam berorganisasi dalam HMT harus terus dikobarkan, cinta terhadap HMT harus tetap dijaga, dan hidup saling menghargai dan menghormati antar anggota pada khususnya dan seluruh mahasiswa se ITB pada umunya harus ditingkatkan. Ini semua demi HMT kita tercinta.

HMT..HMT..HMT !!!

NB : Buat seluruh panitia Dies Natalies HMT-ITB ke-54, kami ucapkan selamat dan banyak terima kasih atas kesuksesan acaranya. Good job and ‘like this’.